270 hari kita lewati dengan satu jalan
95 hari kita lewati dengan jalan masing-masing
Genap setahun, dan belum berubah
Dekapmu hangat
Ingin dan ingin lagi
Apapun yang pernah aku lewati
Terimakasih, sudah banyak berperan dalam 365 hari
270 hari kita lewati dengan satu jalan
95 hari kita lewati dengan jalan masing-masing
Genap setahun, dan belum berubah
Dekapmu hangat
Ingin dan ingin lagi
Apapun yang pernah aku lewati
Terimakasih, sudah banyak berperan dalam 365 hari
Ah ya mendung,
Terwarnai abu-abu
Tersiratkan ketidakpastian
Terfikirkan akankah hujan turun ?
Tetapi mungkin saja, awan hanya sedang bercanda
Ada timbul rasa gelisah
Ah ya mendung,
Tidakah kamu seperti teka-teki?
Tidak tahu setelah kamu itu hujan,
Tidak tahu juga, mungkin awan sudah selesai bercanda dengan matahari
Terpancarkan lagi bumi dengan sinar cerahnya
Ada timbul rasa harap jika seperti itu
Ah ya mendung,
Terserah kamu mau mendatangkan hujan setelahmu
Terserah kamu mau mendatangkan matahari setelahmu
Turun hujan pun aku senang, layaknya anak kecil
Tampak matahari pun aku senang, layaknya tukang es dawet
Aku tau mendung, ada pesan yang ingin kamu sampaikan dalam warna abu-abumu
Aku tau kau ingin berpesan
"entah hujan yang menyela turun lebih dahulu atau matahari yang tidak mau mengalah tampak lebih dahulu, percayalah semua keadaan akan tetap baik-baik saja, tergantung hatimu menerimanya"
Aku belajar menjadi pendengar
Melewati banyak kisah aku
Pada saatnya aku bertemu kamu
Sapaanmu yang pada akhirnya
Mendekatkan kita
Kamu itu perayu ulung
Bisa-bisanya aku mengangkat telponmu waktu itu
Dan itu menjadi candu, ya walaupun hanya beberapa minggu
Kamu bercerita tentang kamu dan dia
Dia yang pernah melewati kisah denganmu
Ah mas, banyak wanita yang sudah berada disampingmu
Banyak wanita yang sudah disayangmu
Aku suka mendengar kamu cerita
Tentang masa lalu kamu dengan mereka
Cerita kamu tentang bagaimana kamu bisa bertahan sejauh ini
Mas, kamu hebat
Kamu menjadi diam
Aku bingung
Mungkin salahku
Mungkin ini yang aku perbuat dulu padamu
Kamu mengajarkan penerimaan saat aku tidak bisa menerima kamu menjadi diam
Dan pada akhirnya aku tau, seseorang itu telah kembali kepadaNYA
Seseorang yang sangat kamu cintai lebih dari siapapun
Seseorang yang menjadikan kamu bertanggung jawab atas baktimu kepadanya
Maaf aku harus memilih
Biar kita berjalan sendiri
Terimakasih pernah ada
Aku rindu akan cerita-cerita hidupmu
Ini tentang penerimaan katamu,
Saat ayam berkokok,
Saat iqomah subuh selesai terdengar,
Ini tentang penerimaan katamu,
Ya Mungkin Kamu benar
Kamu memang bijaksana
Ini tentang penerimaan katamu,
Tentang aku yang belum bisa menerima
dan
Tentang kamu yang ingin mengajarkan aku bagaimana cara menerima, di pagi subuh Hari ini
dua tahun
Tanpa saling sapa
Bahkan mungkin kita sama-sama sudah saling lupa
Akan rasa
tiga hari kemarin
Kita kembali bercengkrama
Mengenang masa-masa saat sekolah bersama
Rasa itu masih sama
teringat akan sebuah cerita
Kembali terasa angin malam stasiun juanda
Masjid istiqlal tempat kita berdoa
Bus tingkat Jakarta kala kau menggoda
Delman yang menjadi bagian cerita dulu kala
benar katamu aku munafik dengan rasa
Tapi itu jalan terbaik
Untuk tetap menjadi kita
.
Ajarkan aku arti menerima
Ajarkan aku arti dari sakitnya ditinggalkan
Tegakkan aku pada langkah yg menggontai
Memang, tidak ada cinta yang lebih mesra dari cinta-NYA kepada hamba-NYA