Selasa, 31 Desember 2019

Last, i still counting to you

270 hari kita lewati dengan satu jalan
95 hari kita lewati dengan jalan masing-masing

Genap setahun, dan belum berubah

Dekapmu hangat
Ingin dan ingin lagi

Apapun yang pernah aku lewati

Terimakasih, sudah banyak berperan dalam 365 hari

Senin, 25 November 2019

Perihal mendung

Ah ya mendung,
Terwarnai abu-abu
Tersiratkan ketidakpastian
Terfikirkan akankah hujan turun ?
Tetapi mungkin saja, awan hanya sedang bercanda
Ada timbul rasa gelisah

Ah ya mendung,
Tidakah kamu seperti teka-teki?
Tidak tahu setelah kamu itu hujan,
Tidak tahu juga, mungkin awan sudah selesai bercanda dengan matahari
Terpancarkan lagi bumi dengan sinar cerahnya
Ada timbul rasa harap jika seperti itu

Ah ya mendung,
Terserah kamu mau mendatangkan hujan setelahmu
Terserah kamu mau mendatangkan matahari setelahmu
Turun hujan pun aku senang, layaknya anak kecil
Tampak matahari pun aku senang, layaknya tukang es dawet
Aku tau mendung, ada pesan yang ingin kamu sampaikan dalam warna abu-abumu

Aku tau kau ingin berpesan

"entah hujan yang menyela turun lebih dahulu atau matahari yang tidak mau mengalah tampak lebih dahulu, percayalah semua keadaan akan tetap baik-baik saja, tergantung hatimu menerimanya"

Minggu, 24 November 2019

Usai

Aku belajar menjadi pendengar
Melewati banyak kisah aku
Pada saatnya aku bertemu kamu
Sapaanmu yang pada akhirnya
Mendekatkan kita

Kamu itu perayu ulung
Bisa-bisanya aku mengangkat telponmu waktu itu
Dan itu menjadi candu, ya walaupun hanya beberapa minggu

Kamu bercerita tentang kamu dan dia
Dia yang pernah melewati kisah denganmu
Ah mas, banyak wanita yang sudah berada disampingmu
Banyak wanita yang sudah disayangmu

Aku suka mendengar kamu cerita
Tentang masa lalu kamu dengan mereka
Cerita kamu tentang bagaimana kamu bisa bertahan sejauh ini
Mas, kamu hebat

Kamu menjadi diam
Aku bingung
Mungkin salahku
Mungkin ini yang aku perbuat dulu padamu

Kamu mengajarkan penerimaan saat aku tidak bisa menerima kamu menjadi diam
Dan pada akhirnya aku tau, seseorang itu telah kembali kepadaNYA

Seseorang yang sangat kamu cintai lebih dari siapapun
Seseorang yang menjadikan kamu bertanggung jawab atas baktimu kepadanya

Maaf aku harus memilih
Biar kita berjalan sendiri
Terimakasih pernah ada
Aku rindu akan cerita-cerita hidupmu

Minggu, 20 Oktober 2019

Tentang kita

Ini tentang penerimaan katamu,
Saat ayam berkokok,
Saat iqomah subuh selesai terdengar,

Ini tentang penerimaan katamu,
Ya Mungkin Kamu benar
Kamu memang bijaksana

Ini tentang penerimaan katamu,
Tentang aku yang belum bisa menerima
dan
Tentang kamu yang ingin mengajarkan aku bagaimana cara menerima, di pagi subuh Hari ini

Jumat, 11 Oktober 2019

Hadir kembali

dua tahun
Tanpa saling sapa
Bahkan mungkin kita sama-sama sudah saling lupa
Akan rasa

tiga hari kemarin
Kita kembali bercengkrama
Mengenang masa-masa saat sekolah bersama
Rasa itu masih sama

teringat akan sebuah cerita
Kembali terasa angin malam stasiun juanda
Masjid istiqlal tempat kita berdoa
Bus tingkat Jakarta kala kau menggoda
Delman yang menjadi bagian cerita dulu kala

benar katamu aku munafik dengan rasa
Tapi itu jalan terbaik
Untuk tetap menjadi kita

.

Senin, 22 Juli 2019

Kalut

Ajarkan aku arti menerima
Ajarkan aku arti dari sakitnya ditinggalkan
Tegakkan aku pada langkah yg menggontai
Memang, tidak ada cinta yang lebih mesra dari cinta-NYA kepada hamba-NYA