Senin, 25 November 2019

Perihal mendung

Ah ya mendung,
Terwarnai abu-abu
Tersiratkan ketidakpastian
Terfikirkan akankah hujan turun ?
Tetapi mungkin saja, awan hanya sedang bercanda
Ada timbul rasa gelisah

Ah ya mendung,
Tidakah kamu seperti teka-teki?
Tidak tahu setelah kamu itu hujan,
Tidak tahu juga, mungkin awan sudah selesai bercanda dengan matahari
Terpancarkan lagi bumi dengan sinar cerahnya
Ada timbul rasa harap jika seperti itu

Ah ya mendung,
Terserah kamu mau mendatangkan hujan setelahmu
Terserah kamu mau mendatangkan matahari setelahmu
Turun hujan pun aku senang, layaknya anak kecil
Tampak matahari pun aku senang, layaknya tukang es dawet
Aku tau mendung, ada pesan yang ingin kamu sampaikan dalam warna abu-abumu

Aku tau kau ingin berpesan

"entah hujan yang menyela turun lebih dahulu atau matahari yang tidak mau mengalah tampak lebih dahulu, percayalah semua keadaan akan tetap baik-baik saja, tergantung hatimu menerimanya"

Minggu, 24 November 2019

Usai

Aku belajar menjadi pendengar
Melewati banyak kisah aku
Pada saatnya aku bertemu kamu
Sapaanmu yang pada akhirnya
Mendekatkan kita

Kamu itu perayu ulung
Bisa-bisanya aku mengangkat telponmu waktu itu
Dan itu menjadi candu, ya walaupun hanya beberapa minggu

Kamu bercerita tentang kamu dan dia
Dia yang pernah melewati kisah denganmu
Ah mas, banyak wanita yang sudah berada disampingmu
Banyak wanita yang sudah disayangmu

Aku suka mendengar kamu cerita
Tentang masa lalu kamu dengan mereka
Cerita kamu tentang bagaimana kamu bisa bertahan sejauh ini
Mas, kamu hebat

Kamu menjadi diam
Aku bingung
Mungkin salahku
Mungkin ini yang aku perbuat dulu padamu

Kamu mengajarkan penerimaan saat aku tidak bisa menerima kamu menjadi diam
Dan pada akhirnya aku tau, seseorang itu telah kembali kepadaNYA

Seseorang yang sangat kamu cintai lebih dari siapapun
Seseorang yang menjadikan kamu bertanggung jawab atas baktimu kepadanya

Maaf aku harus memilih
Biar kita berjalan sendiri
Terimakasih pernah ada
Aku rindu akan cerita-cerita hidupmu