Perasaan dalam hubungan adalah sesuatu yang mengikat antara satu sama lain. Pasti ada salah satu diantara kita yang memilih untuk merasakan sakit, membuang semua ego, untuk mengalah demi mempertahankan satu tujuan. Mungkin aku bukan pihak yang melakukan itu yang tidak akan mau mengalah dan engkau akan selalu mengalah. Tidak terhitung berapa banyak amarah, pertengkaran yang aku ciptakan dalam hubungan ini, bersyukur aku, engkau selalu sabar. Lucu rasanya, padahal engkau lelaki, ya lelakiku yang selalu memilih untuk berdamai dan meminta maaf atas semua prahara walaupun aku yang salah. Sebenarnya aku lelah, tak ingin aku membuat kau pusing dengan sikapku ini. Aku selalu ingin berdamai, tapi taukah kau aku selalu kalah dengan emosi ini. Rasa selalu ingin diperhatikan begitu besar dan engkau, pada akhirnya sudah mulai lelah untuk itu. Rasa marah yang tertuang hari ini pada kalimatmu itu, mungkin menunjukan aku hanya jadi pengganggumu. Aku tidak menyadarinya, aku malah tertawa dan menganggap seakan2 itu lelucon, dasar wanita bodoh. Lelucon itu sirna setelah aku melihat wanita yang tersenyum manis yang kau pampang di instastory mu dan kau tidak membagikannya kepada teman dekat saja. Aku cemburu sayang.